Meski Enak, Junk Food Berbahaya Bagi Kesehatan Lho!

Posted by

Zaman sekarang ini, telah banyak sekali inovasi jenis makanan yang dapat kita nikmati setiap hari. Di antara makanan-makanan tersebut, tentunya ada yang bermanfaat bagi tubuh, ada pula yang malah berpengaruh buruk bagi tubuh. Salah satunya, yang paling dekat dengan kita dan seringkali kita santap adalah junk food. Junk food disebut junk atau sampah, tentu ada alasannya.

junk food

Pada umumnya, junk food diisi oleh serangkaian jenis fast food atau makanan cepat saji, seperti fried chicken, hamburger, pizza, kentang goreng, dan lainnya. Kebanyakan makanan ini adalah hasil olahan dengan cara digoreng, mengandung gula tinggi serta kadar garam berlebihan. Jika kalori digunakan dengan baik, maka akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk lemak. Namun jumlah lemak berlebih akan berdampak buruk yaitu terjadinya kegemukan dan obesitas. Kalori yang tidak digunakan dengan baik oleh tubuh dapat memicu berbagai macam penyakit seperti diabetes, penyakit jantung,  stroke, dan penyakit lainnya. Nah kali ini Babe akan mengulas tentang bahaya dari junk food, yuk simak!

  • Diabetes

Ketika tubuh mendapat asupan gizi, maka tubuh akan mendapatkan pasokan glukoza yang berfungsi untuk menjaga sensitivitas insulin. Terlalu banyak mengkonsumsi junk food akan membuat lonjakan kadar gula dalam tubuh, serta dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam produksi dan pemanfaatan insulin dalam tubuh, hal ini dapat memicu diabetes.

  • Obesitas

Junk food memiliki kandungan lemak, garam, dan gula yang berlebihan dan sulit dicerna oleh tubuh, hal ini menyebabkan pengendapan terhadap zat makanan tersebut. Hal ini dapat memicu obesitas pada seseorang. Selain itu, bahan makanan yang digunakan junk food juga biasanya mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi.

  • Tekanan Darah Tinggi

Kadar natrium tinggi yang ada pada junk food dapat menyebabkan resiko meningkatnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hati, dan ginjal.

  • Resiko Penyakit Jantung

Kandungan lemak jenuh dan lemak trans junk food dapat mengakibatkan peningkatan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah, hal ini meningkatkan resiko penyakit jantung. Peradangan krosis mengakibatkan kolesterol jahat menempel pada dinding arteri yang akan menghalangi aliran darah ke jantung. Lemak dari junk food juga dapat terakumulasi di dalam tubuh dan memicu obesitas yang pada akhirnya meningkatkan resiko serangan jantung.

  • Gangguan Ginjal

Pada junk food terdapat kandungan lemak jahat dan natrium tinggi yang berasal dari garam yang digunakan dalam makanan tersebut. Hal ini mengakibatkan terganggunya sodium-potasium tubuh yang dapat memicu hipertensi dan mengganggu kerja ginjal ketika menyaring racun dari dalam darah.

  • Resiko Kanker

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh European Journal of Cancer Prevention, dijelaskan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kandungan gula dan lemak dapat meningkatkan resiko terkena kanker kolorektal. Penelitian lainnya dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, menunjukkan bahwa pria yang mengkonsumsi makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan, sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan risiko kanker prostat.

  • Merusak Hati

Mengkonsumsi junk food dalam jangka waktu tertentu dapat memberikan efek yang serupa dengan efek yang didapat oleh pecandu alkohol. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang sering mengkonsumsi junk food dapat memicu perubahan enzim hati, dalam empat minggu. Hal ini serupa dengan yang dialami oleh pecandu alkohol. Ini disebabkan oleh lemak trans yang terkandung dalam junk food.

  • Menurunkan Fungsi Otak

Penelitian yang dipublikasikan oleh Brain, Behavior, and Immunity yang dilakukan pada seekor tikus menunjukkan bahwa memakan junk food selama seminggu dapat memicu gangguan memori pada tikus. Ini disebabkan oleh lemak trans yang menggantikan lemak sehat di otak yang kemudian mengganggu mekanisme dan kerja sinyal pada otak, dan mengakibatkan penurunan kemampuan untuk menyerap informasi dan pelajaran baru.

  • Gangguan Sistem Pencernaan

Ketika mengkonsumsi junk food, kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut yang mengakibatkan peningkatan produksi asam di dalam tubuh. Zat-zat yang ada dalam junk food beresiko tinggi melukai lapisan lambung yang memicu gangguan pencernaan. Selain itu, sedikitnya kandungan serat dalam junk food akan mengakibatkan terhambatnya kerja pencernaan dan meningkatkan resiko sembelit dan wasir. Pengkonsumsian junk food lebih baik dihindari terutama bagi pemilik maag.

  • Masalah Pada Kulit dan Tulang

Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti junk food dapat menyebabkan bakteri yang berada di mulut menghasilkan asam yang mengakibatkan kerusakan pada gigi, serta kandungan natrium berlebih yang ada pada junk food dapat meningkatkan resiko osteoporosis (tulang rapuh).

Sumber referensi : https://www.pesanlab.com/

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous reading
Barang yang Paling Laku di Pasar Online Indonesia Saat Ini
Next reading
Trik Biar Kamu Tetap Kurus Meski Hobi Makan